| |
C © updated
20112003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
rpr obsever |
|
| |
Nama:
Yasser Arafat
Nama Lengkap:
Mohammed Abdel-Raouf Arafat bin Qudwa al-Hussaeini
Lahir:
Kairo, 24 Agustus 1929
Jabatan:
Presiden Palestina
Pemimpin PLO (Palestine Liberation Organisation)
Pendiri dan Pemimpin Al-Fatah
Penghargaan:
Nobel Perdamaian 1993
|
|
| |
|
|
|
|
Yasser Arafat
Simbol Perjuangan Panjang Palestina
Presiden Palestina Yasser Arafat telah menjadi simbol dan personifikasi
perjalanan panjang perjuangan Palestina untuk merdeka di negeri sendiri.
Sejak masa remaja, Yasser, nama panggilannya semasa kecil, sudah
berjuang untuk bangsa dan negerinya. Berulangkali nyawanya terancam tapi
ia tak pernah surut melawan Israel yang mencaplok negerinya. Bahkan
terakhir, ia diancam usir paksa oleh Zionis Israel dari markasnya di
Yerusa-lem. Tapi ia tak gentar.
Mohammed Abdel-Raouf Arafat bin Qudwa al-Hussaeini lahir 24 Agustus 1929
di Kairo. Ayahnya adalah seorang pedagang tekstil keturunan Palestina
dan Mesir, ibunya berasal dari keluarga Palestina di Yerusalem. Ibunya
mening-gal ketika Yasser, begitu ia biasa dipanggil, berumur lima tahun,
lalu ia dikirim untuk tinggal bersama pa-man dari pihak ibu di
Yeru-salem, ibukota Palestina.
Ia menceritakan sedikit sekali tentang masa kecilnya, tetapi salah satu
kenangan yang tak dilupakannya adalah ketika tentara Inggris menyerbu
masuk ke rumah pamannya lepas tengah malam, memukuli anggota keluarganya
dan memporak-porandakan perabotan.
Setelah empat tahun di Yerusalem, ayahnya memba-wanya kembali ke Kairo,
di mana kakaknya yang lebih tua menjaganya termasuk saudara-saudara
kandung-nya. Arafat tidak pernah menyebut-nyebut ayahnya, yang tidak
terlalu dekat dengan anak-anaknya. Arafat bahkan tidak menghadiri
penguburan ayahnya tahun 1952.
Di Kairo, sebelum berumur 17 tahun, Arafat menyelundupkan senjata bagi
warga Palestina untuk digunakan melawan Inggris dan Yahudi. Usia 19
tahun, selama perang antara Yahudi dan negara-negara Arab, Arafat
meninggalkan studinya di Universitas Faud (sekarang Universitas Kairo)
untuk berjuang melawan Yahudi di daerah Gaza.
Kekalahan negara Arab dan berdirinya negara Israel membuatnya putus asa
lalu mengurus visa untuk belajar di Universitas Texas. Setelah
semangatnya pulih dan keinginan untuk terus mengejar mimpinya akan tanah
Palestina yang merdeka, ia kembali ke Universitas Faud mengambil jurusan
teknik sipil tetapi malah menghabiskan banyak waktunya sebagai pemimpin
mahasiswa-mahasiswa Palestina.
Ia berhasil mengambil gelarnya tahun 1956, sempat bekerja di Mesir lalu
ditempatkan kembali di Kuwait, pertama kali bekerja di departemen
pekerjaan umum, lalu kemudian berhasil menjalankan usaha sendiri,
perusahaan kontraktor. Tapi ia menghabiskan sebagian waktu luangnya
dalam kegiatan politik, di mana ia menggunakan sebagian besar keuntungan
usahanya untuk kepentingan itu.
Pada 1958, dia dan teman-temannya mendirikan Al-Fatah, jaringan rahasia
gerakan bawah tanah, dimana pada 1959 mulai menerbitkan majalah yang
menganjur-kan perang melawan Israel dengan senjata. Akhir 1964, Arafat
meninggalkan Kuwait untuk menjadi seo-rang revolusioner sepenuh waktu,
mengorganisasikan serangan Fatah ke Israel dari Yordania.
Pada tahun yang sama pula, berdirilah Palestine Liberation Organisation
(PLO), yang disponsori oleh Liga Arab, mengumpulkan semua kelompok agar
bersatu membawa Palestina menjadi negara merdeka. Sikap Arab lebih
bersifat kebijakan mendamaikan dibandingkan kebijakan Fatah, tetapi
setelah kekalahan mereka melawan Israel tahun 1967 dalam perang selama
enam hari, Fatah bangkit dari bawah tanah sebagai kelompok paling kuat
dan terstruktur dengan baik dibandingkan kelompok-kelompok lainnya yang
membentuk PLO.
Fatah mengambil alih organisasi itu pada 1969 ketika Arafat menjadi
ketua komite eksekutif PLO. PLO tidak lagi menjadi organisasi boneka
negara-negara Arab, yang menginginkan agar warga Palestina tetap diam,
melainkan menjadi organisasi nasionalis independen yang berpusat di
Yordania.
Arafat membangun PLO menjadi sebuah ‘negara’ yang memiliki kekuatan
militer sendiri dalam negara Yordania. Raja Hussein dari Yordania,
sangat terganggu dengan serangan-serangan gerilya dan metode kekerasan
lainnya yang mereka lakukan terhadap Israel, hingga pada akhirnya ia
memaksa PLO keluar dari negaranya. Arafat mencari jalan membangun
organisasi yang sama di Lebanon, tetapi tersingkir oleh pendudukan
militer Israel. Ia berjuang mempertahankan organisasi itu tetap hidup,
dengan memindahkan markas besarnya ke Tunisia. Ia berulang kali bertahan
hidup, lolos dari kecelakaan pesawat, lolos dari pencobaan pembunuhan
oleh agen rahasia Israel, dan pulih dari penyakit stroke yang serius.
Hidupnya adalah perjalanan, berpindah dari negara yang satu ke negara
yang lain untuk mempromosikan Palestina. Selalu menjaga agar gerakannya
tetap bersifat rahasia, sama seperti yang dia lakukan terhadap kehidupan
pribadinya. Bahkan pernikahannya dengan Suha Tawil, seorang perempuan
Palestina yang berusia separuh dari usianya, tetap dirahasiakan selama
lima belas bulan. Isterinya pada waktu itu sudah aktif dalam kegiatan
sosial khususnya bagi anak-anak cacat di rumahnya, tetapi penampilannya
yang mencolok dalam pertemuan di Oslo menjadi kejutan bagi banyak
pemerhati Arafat. Sejak itu, putri mereka, Zahwa, yang diberi nama
sesuai nama ibu Arafat, lahir.
Periode setelah pengusiran dari Lebanon merupakan masa sulit bagi Arafat
dan PLO. Lalu gerakan protes Intifada mendorong Arafat untuk menarik
perhatian dunia terhadap kesulitan yang dihadapi Palestina.
Pada 1988 terjadi perubahan kebijakan. Dalam pidatonya di PBB di Jenewa,
Swiss, Arafat menyatakan bahwa PLO menolak aksi terorisme dan mendukung
‘hak semua kelompok yang bertikai di Timur Tengah untuk hidup damai dan
aman, termasuk negara Palestina, Israel dan negara-negara tetangga”.
Prospek ke arah perjanjian damai dengan Israel mulai cerah. Setelah
kemunduran akibat keputusan PLO mendukung Irak dalam Perang Teluk tahun
1991, proses perdamaian mulai serius dilakukan, dimulai dari Perjanjian
Oslo tahun 1993. Perjanjian ini akhirnya membawa Arafat, Yitzak Rabin,
dan Shimon Peres memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1994. ►e-ti/mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Sumber:
= Nobel dan berbagai sumber |
|