ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 130203
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Syafi'i Ma'arif

Semangat Hidup Muslim Sejati

Jogjakarta 11/02/03: Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif dalam khotbah shalat Id yang dihadiri antara lain Ketua MPR Amien Rais dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam IX mengatakan pesan egaliter yang ditunjukkan ibadah haji telah tercabik-cabik oleh pola hidup sebagian elite yang feodal dan memuja doktrin daulat tuanku. Selama ini, kita selalu terpaku dan terpukau oleh simbol, tetapi mengabaikan substansi agama. Maka, menurutnya, ini harus kita hentikan agar kita kembali pada semangat hidup Muslim sejati.

Ia juga sangat prihatin bahwa saat ini banyak umat yang sering dijadikan kuda tunggangan demi istana dan kekuasaan. Itu yang menyebabkan banyak umat Islam kehilangan semangat hidup sebagai Muslim sejati. Sementara, katanya, ada pula yang bersemangat tinggi, tetapi berjuang tanpa perhitungan. Mereka memilih mati daripada membela kehidupan. Padahal, yang diperlukan bukanlah berani mati, tetapi berani hidup, hidup yang penuh makna. “Dunia akan memperlakukan kita sesuai dengan pilihan-pilihan dan kualitas filosofis kita," katanya.

Syafii mengatakan, sungguh dunia modern telah kehilangan jangkar transendentalnya. Sudah semakin kosong dari keramahan dan sikap santun terhadap sesama. Etika yang dikembangkan justeru etika primitif, di mana kekuatan ilmu dan teknologi, termasuk teknologi perang, lebih banyak digunakan untuk menindas dan memaksakan kehendak terhadap si lemah. *e-ti

Deklarasi

Perhimpunan Indonesia Timur

Jakarta 10/02/03: Sejumlah tokoh dari kawasan Indonesia Timur, mendeklarasikan Perhimpunan Indonesia Timur (PIT) sebagai wadah memfasilitasi dan mengakomodasi kepentingan masyarakat di kawasan itu. Deklarasi itu dibacakan oleh mantan anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Robert B Keytimu, Senin (10/2/03) lalu. Dihadiri sejumlah aktivis dan pengacara antara lain Direktur Pusat Studi Pengembangan Kawasan (PSPK) Laode Ida, anggota DPR Marwah Daud Ibrahim, dan mantan anggota PBHI Roy Yorgen Simbiak.

Isi deklarasi itu antara lain pemerintah harus melakukan koreksi secara total terhadap pembangunan yang tidak adil dan tidak memakmurkan masyarakat yang ada di kawasan Indonesia Timur. Pemerintah seharusnya bersandar pada sebuah komitmen yang tegas mengenai kesejahteraan dan keadilan. Juga dinyatakan dengan tegas menolak adanya bentuk pemeliharaan konflik sosial seperti yang tengah terjadi dan masih terus dialami masyarakat di kawasan Indonesia Timur, seperti di daerah Maluku. *e-ti

  KONI

Abdurrahman Wahid

Pertanyakan Kejujuran Gerakan

Jakarta 11/02/03: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengingatkan, agar mereka yang melan-carkan gerakan untuk memperbaiki bangsa harus bisa menjawab apakah gerakan ter-sebut sudah mencer-minkan sikap jujur terhadap rakyat. Me-reka harus bertanya lebih dulu kepada diri mereka sendiri. Ia mempertanyakan hal ini dalam pertemuan yang digelar Koalisi Nasional mengga-lang kekuatan menyi-kapi pemerintahan Megawati.



 

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero