|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 130203 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Syafi'i Ma'arifSemangat Hidup Muslim SejatiJogjakarta 11/02/03: Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad
Syafii Maarif dalam khotbah shalat Id yang dihadiri antara lain Ketua MPR
Amien Rais dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam IX mengatakan pesan
egaliter yang ditunjukkan ibadah haji telah tercabik-cabik oleh pola hidup
sebagian elite yang feodal dan memuja doktrin daulat tuanku. Selama ini,
kita selalu terpaku dan terpukau oleh simbol, tetapi mengabaikan substansi
agama. Maka, menurutnya, ini harus kita hentikan agar kita kembali pada
semangat hidup Muslim sejati. Perhimpunan Indonesia TimurJakarta 10/02/03: Sejumlah tokoh dari kawasan Indonesia Timur, mendeklarasikan Perhimpunan Indonesia Timur (PIT) sebagai wadah memfasilitasi dan mengakomodasi kepentingan masyarakat di kawasan itu. Deklarasi itu dibacakan oleh mantan anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Robert B Keytimu, Senin (10/2/03) lalu. Dihadiri sejumlah aktivis dan pengacara antara lain Direktur Pusat Studi Pengembangan Kawasan (PSPK) Laode Ida, anggota DPR Marwah Daud Ibrahim, dan mantan anggota PBHI Roy Yorgen Simbiak.Isi deklarasi itu antara lain pemerintah harus melakukan koreksi secara total terhadap pembangunan yang tidak adil dan tidak memakmurkan masyarakat yang ada di kawasan Indonesia Timur. Pemerintah seharusnya bersandar pada sebuah komitmen yang tegas mengenai kesejahteraan dan keadilan. Juga dinyatakan dengan tegas menolak adanya bentuk pemeliharaan konflik sosial seperti yang tengah terjadi dan masih terus dialami masyarakat di kawasan Indonesia Timur, seperti di daerah Maluku. *e-ti |
Abdurrahman Wahid Pertanyakan Kejujuran GerakanJakarta 11/02/03: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengingatkan, agar mereka yang melan-carkan gerakan untuk memperbaiki bangsa harus bisa menjawab apakah gerakan ter-sebut sudah mencer-minkan sikap jujur terhadap rakyat. Me-reka harus bertanya lebih dulu kepada diri mereka sendiri. Ia mempertanyakan hal ini dalam pertemuan yang digelar Koalisi Nasional mengga-lang kekuatan menyi-kapi pemerintahan Megawati.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |