|
|
Wapres Serahkan
Banda Aceh 26/3/2005: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan
rancangan rencana induk (master plan) tahap rekonstruksi dan
rehabilitasi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara di
Pendapa Gubernur NAD, Sabtu 26 Maret 2005, genap tiga bulan setelah
bencana gempa dan tsunami (26 Desember 2004).
World Harvest
Aceh Besar 22/3/2005: Community Transformation Center (CTC),
sebuah sarana pembelajaran dan pelatihan masyarakat yang dibangun World
Harvest di Desa Neuheun, Aceh Besar, NAD, diresmikan Selasa,
22 Maret 2005. CTC dirancang berfungsi sebagai tempat masyarakat
berkumpul, belajar, berlatih dan menciptakan lapangan kerja.
Kevin Cook
Banda Aceh, 25/02/05: Dengan dukungan World Food Program (WFP), World
Vision (WV) telah melaksanakan berbagai program membantu korban Tsunami
di Aceh. Bantuan lembaga ini
mencakup bantuan pangan, non-pangan, perlindungan anak dan
umum, air dan sanitasi dan kesehatan. Demikian Kevin Cook,
Communication Manager World Vision, 24 Februari 2005.
Brigjen David Chalmers
Banda Aceh, 25/02/05: Brigjen David Chalmers, Komandan Bantuan Tentara
Australia di NAD, mengatakan bahwa pihaknya akan meninggalkan Aceh dalam
waktu 2 atau 3 minggu mendatang. Kehadiran pihaknya terhitung sejak
sehari setelah bencana Tsunami melanda Aceh dan Sumatera Utara, 26
Desember 2004.
Alwi Shihab
Banda Aceh 5/2/05:
Menko Kesra Alwi Shihab, yang juga
menjabat Ketua Satkorlak NAD, mengatakan, keadaan darurat sudah berakhir.
Aceh kini memasuki tahap transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi,
sebagai tahap penyempurnaan dari apa yang sudah dilakukan selama ini
seperti penyediaan tempat tinggal atau penampungan.
Bantuan Aceh
Banda Aceh 12/2/05: Posko Kominfo-LIN NAD menginformasikan kunjungan dua
anggota BHN-NGO dari Jepang, Mr. Fumio Kaneko dan Mr. Akihide Tomoda ke
Banda Aceh (9-12 Pebruari 2005). Juga kegiatan Islamic Relief di Aceh
dan dioperasionalkannya kembali Rumah Sakit Malahayati oleh Mer-C dan
telah melayani 50 pasien per hari selama 24 jam.
Januari-Februari
Banda Aceh 1/2/05: Media Center LIN menginformasikan bahwa pihak
Telkom akan membebaskan tagihan bulan Januari dan Pebruari 2005 untuk 10
titik layanan yang mengalami kerusakan cukup besar akibat bencana, yaitu Banda Aceh, Darussalam, Lamteumen, Lhoknga, Lambaro, Meulaboh, Calang
Jeuram, Lamno dan Teluk Dalam di Nias.
Pasca Tsunami H+35
Banda Aceh 31/1/05: Posko Bakornas PBP sebagaimana diinformasikan Media
Center-LIN (31/1/05) melaporkan evakuasi jenazah
telah semakin mengarah ke medan yang sulit seperti rawa-rawa dan sungai,
sehingga memerlukan peralatan sekop, cangkul, sepatu boat, serta
penambahan kantong mayat. Pelaksanaan evakuasi itu disinkronkan dengan
kegiatan pembersihan kota.
Pasca Tsunami H-31
Banda Aceh, 27/1/05: Satu bulan setelah benca gempa dan tsunami
melanda Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara (Nias),
sekolah-sekolah dibuka kembali. Pencanangan kembali dibukanya sekolah di
NAD dan Nias dilakukan Mendiknas Bambang
Sudibyo di sekolah tenda di Markas Korem 012 Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat dan di Simeulue Timur, Kamis
26/1/05. Pemerintah-PBB Sepakat
Banda Aceh, 26/1/05: Empat minggu setelah peristiwa bencana alam
gempa bumi dan badai tsunami melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
dan Nias (Sumatera Utara), pada 26 Desember 2004, pemerintah bersama
badan dunia PBB sepakat akan melaksanakan empat (4) prioritas kerja
dalam satu bulan ke depan. Keempar prioritas kerja itu adalah: Pasca Tsunami H-30
Banda Aceh, 25/1/05:
Jumlah korban yang meninggal akibat gempa dan tsunami di NAD dan Sumut
mencapai sekitar 173. 981 jiwa (173.741 jiwa di NAD dan 240 jiwa di
Sumut) dan 89.832 di antaranya telah dimakamkan. (Data Departemen
Kesehatan pada pukul 08.24 tanggal 23 Januari 2005). Korban luka yang
dirawat inap 2.512 orang dan rawat jalan 55.011 orang.
Panglima TNI
Banda Aceh, 24/1/05: Panglima TNI dalam waktu dekat akan
mengerahkan 4.000 Personil TNI untuk membangun infrastruktur yang rusak
dan memobilisasi daerah-daerah tertutup yang kondisinya sangat
memprihatinkan, seperti Calang. Panglima TNI Jenderal Endriartono
Sutarto mengemukakan hal itu kepada pers di pelabuhan Malahayati, Minggu
siang (23/1).
Relokasi Pengungsi
Banda Aceh 24/1/05: Pemerintah tidak hanya membangun relokasi
pengungsi korban gempa dan tsunami NAD di tanah milik negara, tetapi
juga akan menyewa tanah milik rakyat yang berlokasi tidak
jauh dari Banda Aceh. Luas lahan yang diperlukan
3 -10 ha. Bagi masyarakat yang bersedia menyewakan tanahnya bisa menghubungi Posko Satkorlak di
Pendopo Gubernur.
Pasca Tsunami H-25
Jakarta 20/01/05: Data terakhir dari Departemen Kesehatan, jumlah korban
meninggal akibat gempa dan badai tsunami di Provinsi NAD dan Sumut diperkirakan
166.320 jiwa (NAD 166.080 dan Sumut 240). Dari jumlah itu yang
telah dimakamkan 89.832 orang. Korban yang menjalani rawat inap di rumah sakit sebanyak
1.736 orang
dan
rawat jalan 36.881orang. Direktif
Presiden:
Jakarta 17/01/05: Presiden Susilo Bambang Yudhonyono mengeluarkan
lima direktif untuk meningkatkan semua langkah-langkah yang telah
dilakukan menangani bencana di NAD dan Sumut, khususnya dalam tahap
kedaruratan, di antaranya
penyempurnaan struktur organisasi Bakornas PBP demi peningkatan
koordinasi pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi. Pasca Tsunami H-22
Jakarta 17/01/05: Posko LIN-Kominfo di Banda Aceh melaporkan
(16/1/05), jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di NAD dan
Sumut (26/12/04) mencapai 110.229 orang (NAD 109.968 orang dan Sumut 261
orang). Sedangkan korban hilang mencapai 12.132 orang (NAD 12.108 dan
Sumut 24 orang). Mereka yang hilang diperkirakan meninggal atau
dipengungsian. Paca Tsunami H-20
Jakarta 16/01/05: Bakornas PBP Posko Gempa Tsunami Aceh dan Sumut
melaporkan secara keseluruhan sampai hari Sabtu 15/1/05 korban gempa dan
gelombang tsunami di NAD yang telah dievakuasi dan dimakamkan 81.665
jenazah. Sementara jumlah korban hilang dilaporkan 132.172 orang.
Sementara di Sumatera Utara korban meninggal 130 orang dan hilang 24
orang.
Paca Tsunami H-18
Jakarta 14/01/05: Pembersihan kota Banda Aceh dan sekitarnya terus
berlanjut sehingga 90 % jaringan jalan utama telah terbuka, kecuali
lorong-lorong dan jaringan jalan dekat pantai (Lhoknga dan Uleelheu)
belum dibesihkan. Jenazah korban yang sudah dievakuasi dan dimakamkan 70.157 orang, dari
sekitar 95.000 jiwa yang diperkirakan meninggal dan sekitar 77.000 jiwa
hilang.
Bakornas PBP
Jakarta 13/01/05: Bakornas PBP menginformasikan jumlah korban yang
telah dievakuasi dan dimakamkan sampai 10 Januari 2005 sebanyak 65.594
jenasah. Sementara, jumlah korban meninggal menurut data Departemen
Kesehatan 11 Januari 2005 diperkirakan sekitar 95.000 jiwa dan
korban hilang sekitar 77.000 jiwa. Jumlah relawan sebanyak 1.897 orang
(10/1/05). Menko Kesra
Banda Aceh 11/01/05: Menko Kesra Alwi Shihab mengintruksikan seluruh
jajaran operasi penanganan bencana gempa dan tsunami di Aceh untuk menyelesaikan
kegiatan pembersihan jenazah dan puing-puing dalam waktu dua minggu
terhitung sejak Jumat 7 Januari 2005. Atau sepuluh hari sejak hari ini,
Selasa 11/1/05. Target pemebrsihan itu sebagai prioritas
Pasca Tsunami
Banda Aceh 10/01/05: Dua pekan setelah peristiwa Bencana Alam Aceh dan
Sumut (26/12-2004), Kota Banda Aceh sudah mulai padat kesibukan. Masjid
Raya Baiturrahman untuk pertamakali sudah dapat digunakan untuk Shalat
Jumat (6/1-2005). Demikian pula jalan-jalan umum sudah mulai lancar,
pasar dan toko mulai berbenah dan dibuka kembali. Menko Kesra:
Banda Aceh 10/01/05: Menko Kesra Alwi Shihab, selaku Penanggungjawab
Harian Penanganan Bencana Aceh dan Sumut, menekankan, relokasi bagi para
pengungsi akan dijadikan program prioritas. Program resetlement
(penempatan kembali pengungsi) itu dianggap Shihab sebagai program
terpenting dari semua program yang ada di bidang penanganan bencana Aceh
dan Sumut.
=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami
di Aceh dan Sumut
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Mar’ie Muhammad
Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad mengatakan, secara bertahap tetapi
konsisten dan pencapaiannya terukur, yang hendak dituju dalam jangka waktu
5-10 tahun yang akan datang melalui berbagai tahapan adalah membangun
kembali masa depan Aceh dengan identitas, budaya, adat-istiadat, tradisi,
dan kepercayaan mereka.
Solidaritas
Banda Aceh 7/1/05: Pertemuan Khusus Para Pemimpin Asean mengenai
Dampak Gempa Bumi dan Tsunami yang berlangsung sehari di Jakarta, 6
Januari 2005, telah mengeluarkan Deklarasi tentang Aksi untuk Memperkuat
Bantuan Darurat, Rehabilitasi, Rekonstruksi dan Pencegahan Atas Dampak
Bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Tanggal 26 Desember 2004. 25 Delegasi
Jakarta TI-04/01/05: Konferensi Khusus Para Pemimpin ASEAN Pascagempa
Bumi dan Tsunami akan berlangsung di Jakarta hari Kamis 6
Januari 2005. Lebih 25 delegasi negara dan lembaga internasional akan
menghadiri konferensi tersebut yang akan membahas program-program
bantuan bagi negara-negara Asia yang terkena musibah badai tsunami.
|
 |
|
|
|
|
|
|
=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami
di Aceh dan Sumut Bantuan Garuda
Cengkareng 5/1/05: Maskapai penerbangan Garuda memberikan angkutan
kargo gratis (free of charge) barang bantuan ke Aceh. Selain itu, Garuda
juga memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 500 juta (Rp 300 juta bea siswa bagi mahasiswa Aceh
dan Rp 200 juta untuk bantuan kemanusiaan) serta fasilitas penumpang
gratis yang menelan biaya Rp 1 miliar.
Bakornas PBP
Jakarta 31/12/04: Rapat Terbatas Tingkat Menteri Bidang Kesra yang
dipimpin oleh Wakil Presiden Rl/Ketua BAKORNAS PBP pada hari Rabu,
tanggal 29 Desember 2004 memutuskan beberapa hal dalam rangka
langkah-langkah koordinasi penanganan dan penyelesaian masalah bencana
Aceh. Presiden SBY Serukan
Jakarta 3112/04: Presiden Susilo BY melakukan berbagai upaya
dalam rangka menangani bencana gempa dan tsunami di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumut. Salah satu, SBY meminta dan menyerukan kepada PBB menjadi sponsor penyelenggaraan
konferensi internasional untuk membantu negara-negara yang terkena
bencana tsunami. Relawan dan Bantuan
Jakarta 31/12/04: Dalam upaya memperlancar pengiriman relawan dan
penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumut, pemerintah melalui
Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) memfasilitasi
pengangkutan (penerbangan) secara cuma-cuma.
|