Kementerian Negara
Jakarta 3/2/05: Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi secara
resmi berubah menjadi Departemen Komunikasi dan Informasi. Perubahan
status kementerian ini tertuang dalam dua peraturan presiden (perpres). Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, mengatakan Presiden SBY menandatangani
kedua perpres Senin 31/1/05 lalu. Ical, Sugiharto dan Ali
Indo Pos 3/2/05: Sorotan atas 100 hari pemerintahan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) mulai terarah kepada para menteri bidang ekonomi.
Kinerja tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dievaluasi. Sejumlah
menteri mendapat penilaian (rating) terburuk, yakni F (failure atau
gagal). Mereka adalah Aburizal Bakrie, Sugiharto, dan Suryadharma Ali.
Masalah 100 Hari
Republika 29/1/05: Dalam 100 hari Presiden lebih sering terjebak
jargon sendiri. Lain dulu lain sekarang. Begitulah penyikapan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono terhadap program 100 hari pemerintahannya. Dulu,
Yudhoyono banyak sekali membuat target dalam 100 hari pemerintahannya.
Kini dia mengatakan bahwa program 100 hari itu bukan sesuatu yang
penting. M Samsul Arif
Indo Pos 2/2/05: Genap sudah 100 hari pemerintahan Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY). Realisasi atas janji perubahan yang pernah
dikampanyekan SBY-JK, hingga saat
ini, belum seperti diharapkan. Yang paling dicermati masyarakat adalah
langkah-langkah dalam penegakan hukum, terutama pemberantasan korupsi
dan penegakan HAM, belum memperlihatkan satu
kemajuan.
Presiden
Kompas 1/2/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dia tidak
pernah menjanjikan bahwa dalam 100 hari program pemerintahannya dapat
membereskan semua masalah kenegaraan. Pers diminta mengecek kembali
rekaman pernyataan Presiden dalam berbagai acara jika pernyataan
tersebut memang ada. Dikritik,
Indo Pos 1/2/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku
lapang dada terhadap hujan kritik atas kinerja 100 hari pemerintahan
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Dia menilai kritik maupun hujatan yang
datang dari masyarakat saat ini sebenarnya merupakan dorongan yang baik
bagi pembangunan bangsa. Paul Sutaryono:
Kompas 1/2/05: Rasanya saat ini pasar tertuju pada titik fokus 100
hari kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lahirlah
berbagai komentar, positif maupun negatif. Bagaimana kurs rupiah? Ketika
SBY melantik para menterinya, nilai rupiah terhadap dollar AS berada
pada kisaran Rp 9.075. Namun, pada Jumat, 28 Januari 2005 tepat 100 hari,
kurs rupiah berada di level Rp 9.145. FKB Kecewa
Suara Pembaruan 31/1/05: Pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono-Jusuf Kalla dengan Kabinet Indonesia Bersatu -nya, sangat
mengecewakan, karena belum melakukan hal-hal yang menyentuh aspek
substansial tuntutan rakyat. Dalam program 100 hari pertama, belum melakukan hal konkrit, malah terkesan masih dalam suasana kampanye. Megawati Soekarnoputri
Kompas
dan Waspada 29/1/05: Mantan
Presiden Megawati Soekarnoputri, yang sebelumnya menyatakan,
beroposisi terhadap pemerintah, melontarkan kritik terhadap kinerja 100
hari pemerintahan Presiden Yudhoyono. Menurut Megawati, janji kampanye
yang
dilontarkan SBY-Kalla jangan di awang-awang. Pemerintahan SBY
Sinar Harapan 28/1/05:
Kinerja tim ekonomi kabinet pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
selama 100 hari belum berhasil. Visi presiden yang besar dan dinyatakan
dalam pernyataan-pernyataan populis belum bisa diterjemahkan oleh
menteri-menteri yang tergabung dalam tim ekonomi. Bappenas Tak Mampu
Jakarta, Kompas 28/1/05: Bappenas tidak dapat menerjemahkan janji-janji politik yang disampaikan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono saat kampanye pemilihan Presiden. Ini tampak
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah
disusun oleh Bappenas.
Presiden SBY
Kompas 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, upaya
penegakan dan pencegahan hukum dan tindak pidana korupsi yang sekarang
sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, dan Komisi
Pemberantasan Korupsi sudah berada pada jalur yang benar.
Tajuk Sinar Harapan
Sinar Harapan 28/1/05:
Tanggapan kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil
Presiden Yusuf Kalla (SBY-JK) dengan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)-nya
setelah seratus hari masa jabatannya bermunculan, dengan berbagai
argumentasi dan alasan, mulai dari analisis, ilmiah sampai yang
emosional.
Zulkieflimansyah
Sinar Harapan 27/1/05:
Anggota Komisi VI DPR RI, Zulkieflimansyah berpendapat kinerja
kementerian BUMN hingga saat ini sangat mengecewakan. Penanganan BUMN
boleh dikatakan merupakan salah satu kelemahan mendasar dari Kabinet
Indonesia Bersatu.
Gadis Arivia
Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah genap 100 hari.
Ketika pada hari ke-50 kabinetnya mengumumkan evaluasi kerja mereka, tak
dijelaskan secara eksplisit hasilnya selama ini, tetapi semua menteri
tampak puas dan mereka optimistis menyelesaikan 59 program lainnya. Jajak Pendapat
Kompas 28/1/05: Niat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk
mengawali 100 hari pemerintahannya dengan memberikan bukti nyata dan
kerja keras ternyata belum banyak dirasakan hasilnya. Meskipun keyakinan
masyarakat terhadap pemerintahan ini masih sangat tinggi, tampak
kecenderungan meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintah dalam
menangani berbagai bidang kehidupan masyarakat. Noktah Merah Rapor SBY
Liputan6.com, Jakarta 28/1/2005 04:17: Korupsi yang dilakukan anggota
Dewan merugikan negara hingga Rp 5,3 triliun. Jumlah tersangka pun tak
main-main, seribu lebih. Taring SBY tak cukup mengerikan bagi anggota
DPRD. Otonomi daerah, nilai merah di rapor SBY.
Presiden Belum Puas
Rakyat Merdeka 28/1/05: Ini berita sindiran terhadap 100 pemerintahan
SBY-Kalla. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis misalnya berpendapat
cuma malaikat yang mampu merealisasikan janji perubahan SBY dalam 100
hari pemerintahannya.
Dr J Kristiadi
Suara Merdeka 28/1/05: Program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla (JK), tidak efektif dan hanya retorika
politik. Mereka juga belum bisa mewujudkan janji yang diucapkan dalam
kampanye pemilu presiden. Janji SBY untuk menegakkan hukum dan
memberantas korupsi, hingga sekarang belum seperti yang diharapkan
masyarakat.
Penanganan Korupsi
Bali Post 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku
belum puas terhadap penanganan korupsi terkait 100 hari pertama kinerja
aparat penegak hukum Kabinet Indonesia Bersatu. Mengingat, kasus korupsi
yang begitu banyak, namun hanya beberapa yang tertangani. 100 Hari Pemerintahan SBY-Kalla
Pikiran Rakyat 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak
puas dengan kinerja aparat penegak hukum selama 100 hari pemerintahannya
walaupun telah banyak hal dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia. |