| |
C © updated 08072008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ade |
|
| |
Nama:
H Dada Rosada, SH, Msi
Lahir:
Ciparay, Bandung, 29 April 1947
Agama:
Islam
Jabatan:
Walikota Bandung, 2003-2008 dan 2008-2013
Isteri:
Hj. Nani Suryani B. AN
Anak:
Tiga orang
Pendidikan:
- S2, program pasca sarjana STIA LAN-RI
Alamat Rumah:
Tirta Sari II No.12, Bandung
Alamat Kantor:
Jl. Wastukancana No.2, Bandung
|
|
| |
|
|
|
|
| DADA ROSADA HOME |
|
|
 |
Dada Rosada
Teladan, Kunci Kepemimpinan
Kunci keberhasilan Dada Rosada, adalah keteladanan dan kesungguhan
melaksanakan tugas sebagai Walikota Bandung (2003-2008). Luluasn S2 STIA
LAN-RI, kelahiran Ciparay, Bandung, 29 April 1947, ini terpilih kembali
menjadi Walikota Bandung periode 2008-2013 berpasangan dengan Ayi Vivananda (lahir
di Bandung, 19 Juni 1967) sebagai Wakil Walikota.
Pasangan yang
dicalonkan Partai Golkar dan PDI-P dan didukung puluhan partai lainnya,
di antaranya Partai Demokrat dan
PBB, ini berdasarkan hitungan cepat Lingkar Survei Indonesia meraih
suara mayoritas mutlak 64,34% dalam Pilkada Walikota Bandung 10 Agustus
2008 yang diikuti tiga pasangan calon.
Bagi masyarakat kota Bandung, nama dan sosok H. Dada Rosada, SH, MSi,
sangat populer. Berdasarkan hasil dua kali suvei opini publik yang
diadakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) untuk kepentingan Pemilihan
Kepala Daerah Kota Bandung secara langsung yang akan dilaksanakan 10
Agustus 2008, dinamika popularitas Dada Rosada sebagai calon Wali Kota
Bandung periode 2008-2013 (periode kedua) masih bertengger di atas 90 %
dari kandidat lainnya.
Beberpa partai besar di kota Bandung pun melirik dia. Partai Golkar dan
PDI-P didukung Partai demokrat dan Partai Bulan Bitang mencalonkan
kembali Dada Rosada, untuk Pilkada kota Bandung 2008. Dia berpasangan
dengan Ayi Vivananda sebagai Calon Wakil Walikota Bandung. Pencalonan
kembali Dada, didorong derasnya
aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat kota Bandung atas
keberhasilannya memimpin kota Bandung yang berakhir pada Juni 2008.
Berbagai elemen masyarakat menginginkan
kesediaannya maju kembali.
Kuatnya harapan kepada Dada, agar kembali diberi kesempatan untuk
periode yang kedua bukanlah isapan jempol. Mengingat banyaknya prestasi
yang terukir selama kepemimpinannya. Memang sosok Dada, makin tak
terpisahkan dengan denyut nadi pembangunan kota Bandung. Pas dimasa
kepemimpinannya terselenggarakannya event internasional momentum
peringatan 50 tahun Konferensi Asia- Afrika (KAA) 2005, yang menjadikan
kota berjuluk Parijs Van Java ini memiliki akses dan infrastruktur yang
lebih berkualitas.
Dimulainya pembangunan flay over Pasupati, Tol Cipularang, perluasan
bandara dan rehabilitasi lingkungan. Pemimpin yang satu ini merupakan
ikon perubahan kota kembang. Kini kita saksikan dipenjuri kota seluas
16.729, 50 Ha. ini berkembang menjadi kota metropolitan yang tetap
mempertahankan karakteristik sebagai kota sejarah yang melestarikan
citra estetik, modern, aman, nyaman. Status kota Jasa dan Wisata Belanja
yang disandangnya benar-benar hidup. Pusat-pusat perbelanjaan baik
tradisional mapun modern tertata asri dan rapih.
Berkat tangan dingin dan kepiawaiannya memimpin. Dada sejak dilantik
Oktober 2003 sebagai Walikota Bandung, kalau diibarakan angin berterus
bertiup kencang berbenah menata wajah kota Bandung. Arahnya tiada lain
untuk meraih sebuah kondisi kota yang ideal. Sebuah impian kuat. Sebuah
visi yang jelas dan terukur yang dituangkannya ke dalam 7 program
prioritas pembangunan. Yakni bidang Pendidikan dengan target Bandung
Cerdas 2008. Kesehatan dengan target Bandung Sehat 2007. Kemakmuran,
Bandung Makmur 2008, Lingkungan, Bandung Hijau 2006. Seni Budaya,
Bandung Kota Seni 2008. Olah Raga Bandung Kota Berprestasi 2008, dan
Agama, Bandung Kota Agamis 2008. Bermuara untuk menggapai Kota bandung
sebagai Kota Jasa Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat).
Kehendak dari visi tersebut diimplementasikan dalam penjabaran misinya.
Yaitu menegmbangkan sumber daya manusia yang amdal dan religius.
Kemudian mengembangkan perekonomian kota yang adil dan tangguh.
Mengembangkan sosial budaya kota yang ramah dan berkesadaran tinggi
beserta berhati nurani. Perwujudan visi yang dijabarkan dalam misi juga
mencakup perihal peningkatan penataan kota agar lebih baik serta
dibarengi dengan peningkatan kinerja pemerintah kota yang profesional.
efektif, akuntabel, dan transparansi, serta mengembangkan keuangan kota.
Strateginya, Dada melakukan perkuatan-perkuatan melalui implementasi
konsep yang sumbernya dibiayai oleh APBD. Disamping penggalian potensi
lain dari swasta.
Dalam mengoptimalkan program mengejar target pencanangannya pada tahun
2008, dari ke 7 program prioritas pembangunan yang diembannya, di masa
akselerasinya tahun 2007, strategi penyelenggaraan Pemerintahan Kota
Bandung diarahkan untuk mendayagunakan berbagai potensi sumber daya,
dalam kerangka mengoptimalkan kinerja mewujudkan Kota Bandung kota jasa
Bermartabat, pelaksanaan urusan pemerintahan yang terdiri dari urusan
wajib dan urusan pilihan, disinergikan dan disinkronisasikan dengan
pelaksanaan 7 program prioritas, khususnya Bandung Cerdas 2008, Bandung
Sehat 2007 dan Bandung Makmur 2008, secara faktual telah mampu
mendongkrak peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) kota Bandung
secara signifikam dari semula 77,15 poin pada 2003 menjadi 78,09 poin
pada 2007 atau menjadi 8,09 %.
Untuk pendapatan, pada tahun 2003-2006, yang direncanakan sebesar
Rp.4,47 triliun dapat direalisasikan sebesar Rp.4,60 triliun atau
mencapai 102,99 %. Lalu pada 2007, dari rencana Rp.1,61 triliun atau
104,30 %. Pada 2008, dari rencana pendapatan sebesar Rp.1,87 triliun
hingga bulan Maret telah mencapai 19,89 % atau sebesar Rp.0,37 triliun.
Bidang Bandung Hijau, telah menghijaukan dari luas kota Bandung 6.91 %
diperuntukan untuk ruang terbuka hijau (RTH)
Gebrakan lulusan S2, program pasca sarjana STIA LAN-RI, ini memang
membawa angin segar bagi Kota Bandung. Simak saja dalam Laporan
Pertanggungjawaban Wali Kota Bandung di akhir Masa jabatan 2003 – 2008
yang disampaikan pada Rapat Paripurna di DPRD Kota Bandung, Jum’at
(9/5/o8). Pemkot Bandung dalam 7 program prioritas pembangunan yang
diusungnya, dalam bidang pendidikan telah mampu merealisasikan Bandung
Cerdas 2008, yang ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi murni
dan kasar pada setiap strata pendidikan. Menurunnya angka putus sekolah
pada setiap strata pendidikan prasekolah dasar dan menengah, serta
berbagai indikator lainnya. Juga ditandai dengan diterimanya berbagai
piagam, piala dan plakat penghargaan baik tingkat regional, nasional
maupun internasional.
Pemkot Bandung juga bisa mengembangkan perekonomian kota yang adil
dengan target prioritas Bandung Makmur 2008, yang ditandai dengan
tercapainya indikator kinerja pembangunan. Salah satunya adalah
meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dari 7,34 % pada 2003 menjadi 8,24
% pada 2007 atau meningkat 0,90 %, serta menurunnya jumlah pengangguran
sebesar 17,58 %. Di samping itu Pemkot Bandung juga memperoleh beberapa
penghargaan baik regional maupun tingkat nasional karena prestasinya.
Bidang Kesehatan, terwujudnya Bandung Sehat 2007, dengan indikator
Pencapaaian Umur Harapan Hidup (UHH) dan status giji adanya peningkatan,
Angka Kematian Bayi (AKB), dan Ibu menurun.Memberikan pelayanan Askeskin
dan Bawaku Sehat. Berbagai piagam, piala dan plakat penghargaan bidang
kesehatan baik tingkat regional dan nasional pun dapat diraihnya.
Sedang dalam mengembangkan sosial budaya kota dapat dicapai dengan
semakin berkurangnya praktek postitusi setelah penutupan Saritem dan
meningkatnya kerukunan antar umat beragama dengan tidak adanya
pertikaian antar umat serta meningkatnya upah minimum kota.
Dada juga mengakui masih terdapatnya jumlah penduduk miskin dari 67.770
Kepala keluarga (KK) pada 2003 menjadi 83.500 KK pada 2007. “Namun hal
itu dipengaruhi faktor eksternal kenaikan BBM dua kali pada 2005, serta
adanya sebagian masyarakat yang mengondisikan sebagai masyarakat miskin
untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Di samping ke 7 program, Dada juga punya 5 gerakan. Yaitu gerakan
penghijauan, hemat dan menambung air dengan membuat sumur resapan.
Gerakan Cikapundung bersih, gerakan sejuta bunga, gerakan udara bersih
dan gerakan P4LH (Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan dan Pengawasan
Lingkungan Hidup). Selain itu 15 sasaran pembangunan infrastruktur
sosial dan ekonomi kota yang diantaranya terdapat kegiatan monumental.
Seperti pembangunan Sarana Olah raga (SOR) Gedebage, Pembangunan Listrik
Tenaga Sampah (PLTSa).
Lanjutan Penaataan Taman Tegalega dan perluasan ruang terbuka hijau
yang mencakup pembebasan lahan seluas 2 hektar di kawasan Saritem juga
di bekas Pasar Tradisional Ujungberung. Rivitalisasi lima sentra
perdagangan. Penataan Moda transportasi, pembangunan kawasan seni Ujung
Berung, pariwisata dan Saung Angklung Mang Udjo, rivitalisasi pasar
tradisional, penataan Puncrut, Serta optimalisasi bantuan Peningkatan
kemakmuran (PBPK) dibidang pendidikan, kesehatan dan kemakmuran.
Dada bukanlah sosok yang mau dikelabui begitu saja oleh laporan manis
bawahannya. Seakan tidak penat-penatnya Dada getol turun kebawah ingin
memastikan langsung realisasi program-program pembangunan kota
sesungguhnya. Karena kebiasaan itu, tak urung masyarakat pun jadi tak
sungkan menyampaikan keluh-kesahnya dan masukan kepada walikotanya
terkait problem mereka. Bahkan Dada membuka hot line khusus yang
bertajuk “Halo Kang Dada” di salah satu media lokal terkemuka untuk
masyarakat 24 Jam (duapuluh empat Jam) mengundang masyarakat bicara
blak-blakan membiarkan masyarakat mengkritik, mengadukan, atau memberi
saran tentang kinerjanya dan bawahannya.
Pria kelahiran Kabupaten Bandung 29 April 1947, memang pintar menawarkan
solusi yang berpegang pada kebutuhan proforsional, konprehensif dan
berkelanjutan susuai kadar dan sifat permasalahannya. Rasa optimis warga
pun makin menebal oleh tangan dingin Dada, yang kian mampu membawa
perubahan bagi kesejahteraan warga kotanya. Di mata warganya, sosok Dada
adalah walikota pekerja keras siang dan malam memacu greget penataan
kota.
Merendah
Mendapat pujian dan kepercayaan dari warganya, Dada pun merendah. Ia
menilai bahwa kunci sukses yang paling penting baginya adalah
melaksanakan tugas pokok dan fungsi dirinya sebagai walikota dan visi
kota Bandung sebagai kota jasa yang Bermartabat sebagai landasan
pelaksanaan yang dipakai. Baru kemudian fokus pada pembidangan kepada
enam misi seperti peningkatan SDM, ekonomi kerakyatan, aosial budaya,
penataan kota yang baik, pemerintahan yang dapat dipercaya, akuntabel
dan transparan, serta pengelolaan keuangan yang baik untuk pembiayaan
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pun dengan program tujuh
prioritas pembangunannya.
Dada pun mengaku, selama memimpin, mengelola dan mengendalikan manajemen
Penkot Bandung periode 2008-2013, perwujudan visi Kota Bandung sebagai
kota Jasa Bermartabat telah dapat diimplementasikan sesuai kemampuan
sumber daya yang dimiliki Penkot.
Sosok tauladan
Ada sisi lain yang mewarnai dan memberi pengaruh sangat mendalam dari
sosok dan kepemimpinan Dada Rosada, yaitu penghayatannya terhadap
filosofi hidup yang telah dipegangnya. Dirinya sangat kuat memelihara
sikap memuliakan orang tua, guru, pemimpin yang bijaksana dan sahabat
atau teman, memiliki kekuatan besar dalam menentukan jalan hidup
seseorang. Empat hal inilah yang selalu dijungjung tinggi olehnya.
Sebagai seorang pemimpin masyarakat, suami dari Hj. Nani Suryani B. AN
ini sangat mementingkan terpeliharanya jalinan tali silaturahmi, baik di
lingkungan pemerintah, elemen masyarakat apalagi kepada warganya sendiri.
Tak tampak kesan berlaku kaku dan arogan dalam dirinya. Tak heran bila
dalam keseharian menjalankan tugas-tugas dalam agenda kunjungan kerjanya
ke tengah masyarakat, Dada selalu saja disambut antusias warga. Dia
memang seorang teladan bagi keluarga dan masyarakatnya.
Diakuinya, kunci sukses seorang pemimpin adalah keteladanan, yang juga
datang dari kehidupan keluarga. Sebagai kepala keluarga, peran ganda
yang sekaligus sebagai walikota dapat dipentaskannya dengan apik.
Menanamkan sikap saling menghargai, mempercayai dan pengertian adalah
sisi indah wujud sukses kepemimpinannya selaku kepala keluarga.Dia
memerankan bahwa selaku walikota dirinya tak hanya milik keluarga tapi
juga milik masyarakat. Terlepas kekurangan dan kelebihannya, ujar Dada,
namun dirinya selalu berusaha untuk berbuat untuk mencapai hasil yang
maksimal.
Sarat Prestasi
Berbagai prestasi yang ditorehkan sebagai bukti suksesnya selama Dada
memimpin Kota Bandung, di antaranya: Pada tahun 2008, Dada menerima
penghargaan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KOSGORO di Jakarta
Convensional Centre, sebagai Kader Kosgoro yang telah memberikan
kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan dan kehidupan masyarakat
kota Bandung. Penghargaan itu dianugerahkan Ketua Umum DPP KOSGORO, HR
Agung Laksono, disaksikan Presiden RI DR H Susilo Bambang Yudhoyono
serta Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla.
Juga meraih Juara MTQ tingkat Jawa Barat, dua kali berturut-turut tahun
2007 & 2008. Menerima Piagam Pengcab NU Kota Bandung sebagai tokoh yang
peduli terhadap pembangunan aktivitas keagamaan dalam rangka Bandung
Agamis 2008. Sedang pada tahun 2007, menerima penghargaan Lencana Aditya
Karya Mahatva Yodha sebagai Pembina Umum Terbaik Karang Taruna Kabupaten/Kota
Tingkat Nasional.
Bandung juga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat sebagai Kota
Koperasi. Piagam Penghargaan sebagai kota Vakasional (Sekolah Kejuruan)
dari Mendiknas. Piagam Penghargaan sebagai Wali Kota Berprestasi dalam
bidang pembangunan pertanian dari Menteri Pertanian.
Juga menerima penghargaan Piala Suratin Utama, penghargaan sebagai Tokoh
Sepak Bola Tingkat Utama dari PSSI yang diserahkan oleh Wakil Presiden
RI. Menerima Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI, atas Dharma
Baktinya yang besar terhadap negara dan bangsa Indonesia khususnya dalam
bidang Program Keluarga Berencana.
Pada tahun 2006: Menerima Piala Penghargaan Indonesia Consumer
Ptotection Award, penghargaan kepada BPSK terbaik dari Menteri
Perdagangan. Piagam dan lencana Tanda Kehormatan Satyalancana
Pembangunan Tingkat Nasional dari Presiden RI.
Penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima kepada Unit Kerja Pelayanan
Publik dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI, oleh
Presiden RI. Piagam Penghargaan Widyakrama Tingkat Nasional dari
Presiden RI atas Prestasi Tertinggi dalam Wajar Dikdas 9 Tahun.
Penganugerahan Certificate In Urban Sustainability, dari Royal Institute
of Technology (KTH) (Professor Ronald Wennersten) Swedia.
Pada tahun 2005 menerima Piagam Penghargaan Wahana Tata Nugraha dan
Tertib Lalulintas dan Angkutan Kota, sebagai kota Rayadari Menteri
Perhubungan.
Piagam Penghargaan Pembangunan Kesehatan mewujudkan Indonesia Sehat 2010
peringkat Manggala Karya Bakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan.
Piagam Penghargaan dari Gubernur Jabar atas Partisipasi dalam Peringatan
Konferensi asia Afrika. Penganugrahan Piala Wajar Dikdas 9 Tahun Award
Peringkat I (pertama) Wilayah Priangan dari Gubernur Jabar.
Pada tahun 2004: Piagam Penghargaan Adipura Lingkungan Hidup (Best
Effort) dalam meningkatkan Kualitas Lingkungan Perkotaan dari Menteri
Lingkungan Hidup. Piagam Penghargaan Manggala Kencana II Tingkat
Nasional oleh Presiden RI, dari BKKBN. Anugrah Piagam Kepemudaan atas
Prestasi dan kepeduliannya terhadap pembangunan kepemudaan di daerah
Tingkat nasional dari Mendiknas.
Di samping seabreg piala dan piagam bukti prestasi di bidang
keolahragaan, juga pengharggaan Citra Pelayanan Prima, Manggala Karya
Kencana II (terbaik ke-1 penanganan Narkoba). Terbaik ke-1 se Jabar
dalam kinerja pembangunan Masyarakat kelurahan. Bakor Emas Winojakrama
padalangan.
Penghargaan Pembangunan, sebagai Juara Nasional Lomba Emisi kendaraan
dinas operasional pemerintah. Juga di tingkat nasional, juara Pengembang
Pengrajin Alas Kaki Pameran Tektil dan produk tekstil dan alas kaki
produksi Indonesia. Piala dan penghargaan terbaik sebagai motivator
dalam memberikan perhatian besar kepada kantor Perpustakaan Umum dan
Arsip Daerah Kota Bandung. Penghargaan dari Musium Rekor Dunia
Indonesia. Dan sejumlah piagam lainnya, baik regional dan lokal serta
dari lembaga, instansi, atau ormas untuk kota Bandung yang tidak semua
diuraikan dalam kesempatan ini. Ini suatu bukti nyata atas prestasi yang
telah dicapai kota Bandung selama ini. ►ti/ade wiharyana
*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia),
|
|