| |
C © updated 03072005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/setneg |
|
| |
Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
|
|
| |
|
|
|
|
BIOGRAFI ==
01
02
03
04
05
06
07 ==
Susilo Bambang Yudhoyono
Korupsi Memalukan Islam
Indo Pos, Malang, Senin, 04 Juli 2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) meminta Muktamar Muhammadiyah tidak hanya membahas pergantian
kepemimpinan, melainkan juga memikirkan persoalan bangsa. Salah satu
yang harus dipikirkan adalah pemberantasan korupsi, kolusi, dan
nepotisme (KKN) yang masih sering terjadi di negeri ini.
Pernyataan itu diungkapkan Presiden SBY ketika meresmikan pembukaan
Muktamar Ke-45 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Stadion Gajayana Malang,
Jawa Timur, tadi malam. Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 itu juga
dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono dan para menteri Kabinet Indonesia
Bersatu. Tampak juga beberapa pimpinan ormas. Misalnya, Ketua PB NU
Hasyim Muzadi dan Ketua Dewan Syura PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Juga hadir Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Gubernur Jatim Imam Utomo.
Presiden SBY mengajak peserta muktamar juga memikirkan persoalan moral
yang sedang dihadapi bangsa ini. Sebab, selama ini, Muhammadiyah dinilai
sebagai salah satu ormas yang peduli dan memikirkan keterpurukan bangsa.
"Setelah kita merdeka 60 tahun, moral bangsa kita belum baik. Reformasi
belum sepenuhnya bisa memperbaiki moral, terutama dalam memberantas KKN,"
kata presiden dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta, peninjau, dan
penggembira yang memadati Stadion Gajayana.
Presiden SBY mengakui, masih banyak pejabat yang menggunakan kekuasan
dan kewenangannya untuk melakukan KKN tanpa merasa malu. "Alangkah
malunya bila Indonesia sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam dan
merupakan negara muslim terbesar di dunia tetapi angka korupsinya juga
tertinggi di dunia," tandas SBY.
Presiden kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas KKN melalui
penegakan hukum dan tindakan aparat secara tegas. Namun, upaya itu
dirasakan belum optimal jika para pemimpin organisasi kemasyarakatan
tidak memberikan dukungan penuh.
"Ketika hukum belum bisa ditegakkan dan aparat belum efektif, maka
kesadaran moral yang bisa," tegasnya. "Kesadaran moral bisa menyadarkan
kita bahwa korupsi pelanggaran terhadap nilai-nilai agama," tambahnya.
Karena itu, SBY berharap agar para peserta muktamar terlibat aktif dalam
penyusunan program-program persyarikatan selama lima tahun ke depan,
termasuk upaya pemberantasan korupsi. Presiden juga mengajak warga
Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun kesadaran bersama agar umat
Islam jauh dari korupsi. Sebab, korupsi hanya akan menyengsarakan umat
dan negara.
SBY melanjutkan, pemimpin organisasi harus berani mengakui keberhasilan
maupun kegagalannya. "Dengan sikap seperti itu, maka pemimpin organisasi
akan dinamis dan mampu menjawab tantangan ke depan," ujarnya.
Setelah sambutan, Presiden SBY membuka Muktamar Ke-45 Muhammadiyah dan
Aisyiyah dengan menekan sirine yang disusul dengan nyala kembang api.
Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif menyatakan terima
kasih kepada presiden yang telah membantu mendanai pelaksanaan muktamar.
"Muhammadiyah juga menerima bantuan subsidi dari pemerintah… sekadarnya,"
kata Syafi’i sambil tersenyum tanpa menyebutkan jumlah bantuan dari
pemerintah itu. (oni) ►ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia |
|