| |
C © updated 15082008-17082006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/setneg |
|
| |
Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
|
|
| |
|
|
|
|
Presiden SBY
Pidato Kenegaraan serta Keterangan
Pemerintah atas RUU APBN 2009 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat
Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (15/8) pagi, di Gedung
DPR/MPR, Jakarta. Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta
semua anggota Kabinet Indonesia Bersatu.
Pidato Presiden RI
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam
pidato Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional 2008 mengatakan
untuk menjadi bangsa yang berhasil, ada tiga syarat fundamental yang
harus kita bangun dan miliki, yaitu: Pertama, kita harus menjaga dan
memperkuat kemandirian; Kedua, kita juga harus memiliki daya saing yang
makin tinggi; Ketiga, harus mampu membangun dan memiliki peradaban
bangsa (civilization) yang mulia.
Pidato Presiden RI di DPD
TI 23/08/2007: Kita semua, utamanya para pemimpin di daerah harus
benar-benar dapat melaksanakan desentralisasi dan otonomi daerah, untuk
lebih memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan
memeratakan pembangunan secara adil, dalam ikatan kebangsaan yang kokoh.
Pidato Kenegaraan Presiden RI 2007
TI 16/08/2007: Hari ini, kita
bersama-sama menyaksikan negara kita, Indonesia, masih tetap tegak
berdiri; dari Sabang sampai Merauke; dari Miangas sampai Pulau Rote.
Krisis besar yang terjadi sejak 10 tahun yang lalu, juga dapat kita
lampaui dengan selamat. Marilah kita buktikan, sepuluh tahun, lima puluh
tahun dari sekarang ini, bahkan sampai kapan pun, insya Allah, Negara
kita bukan hanya tetap tegak berdiri, tetapi juga akan semakin maju dan
sejahtera.
Pidato Kenegaraan Presiden RI 2006
TI 16/08/2006: Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di depan
Rapat Paripurna DPR, 16 Agustus 2006 menegaskan: “Tidak ada suatu bangsa
yang menjadi bangsa yang jaya, tanpa ujian. Upaya memecah-belah
persatuan bangsa telah beberapa kali terjadi, namun semua itu berhasil
kita atasi. Krisis demi krisis telah datang silih berganti dalam
perjalanan sejarah kita, namun semua itu dapat kita selesaikan. Kita
meyakini, bahwa susunan dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila adalah pilihan tepat dan final.”
Pandangan Presiden SBY Tentang Pancasila
TI 01/06/2006: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpandangan,
Pancasila masih tetap relevan dan juga masih tetap menjadi kerangka dan
sumber inspirasi dan solusi menghadapi permasalahan kebangsaan dewasa
ini. Peresiden juga meminta seluruh anak bangsa menyudahi perdebatan
penempatan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
|
|