HARI ULANG TAHUN
01 Sep 1920 ::
Andi Mattalatta,
Barru (Wf Makassar, 16 Okt 2004)
01 sep 1926 ::
Ali Yafie,
KH,
Desa Wani, Donggala, Sulteng
01 Sep 1927 ::
Widodo
Budidarmo, Kapaskamprung, Surabaya
01 Sep 1932 ::
Abdul Aziz Lamadjido, Palu
02 Sep 1949 ::
Andy Achmad Sampurna Jaya,
Tanjungkarang
02 Sep 1951 :: Siti
Chalimah Fadjriah, Deputi Gubernur BI
02 Sep 1960 ::
Didik J Rachbini,
Pamekasan
03 Sep 1938
::
Mubyarto,
Yogyakarta (wf Yogya, 24 Mei 2005)
03 Sep 1955 ::
Asep Sunandar Sunarya,
Baleendah, Jabar
03 Sep 1961 ::
Iwan Fals,
Jakarta
03 Sep 1962 :: Rahmat
Gobel, Jakarta
04 Sep 1937 ::
Martha Tilaar,
Kebumen
04 Seo 1944 ::
Retno Satuti GRAy,
Solo
04 Sep 1964 ::
Gadis Arivia,
New Delhi
04 Sep 1979 ::
Chrisjon,
Banjarnegara, Jateng
05 Sep 1948 ::
Bun Bunan EJ.Hutapea,
P Siantar
05 Sep 1949 ::
Erry Riyana Hardjapemekas,
Bandung
05 Sep 1950 ::
AB Susanto,
Yogyakarta
05 Sep 1965 ::
Pra Arief Natadiningrat,
Cirebon
06 Sep 1922 :: Sunawar Sukowati, Ketua PDI
07 Sep 1907 ::
Slamet Iman Santoso, Wnsobo (Jkt,
9 Nov 2004)
07 Sep 1926 ::
Ismail Saleh SH, Pati
07 Sep 1934 :: Dr. Ir. Poernomosidi, Penteri PU
07 Sep 1937 ::
Saadillah Mursjid,
Kalsel (Jkt, 28 Jul 2005)
07 Sep 1954 ::
Adang
Surahman, Cimahi
07 Sep 1960 ::
Irawan Purwono,
Semarang
08 Sep 1920 :: Alfred Simanjuntak,
Tapanuli Utara
08 Sep 1927 :: H Mas Agung, Pengusaha
08 Sep 1941 ::
Mohamad Surya, Kuningan
08 Sep 1952 ::
Djoko Santoso, Solo
09 Sep 1927 :: Abdul Muis, Budayawan
09 Sep 1930 ::
Sujudi, Prof
Dr, Bogor (Jkt, 23 Jun 2007)
09 Sep 1940 :: Neng Yatimah, Artis Film
09 Sep 1945 :: Muchtar Ahmad, Dr,MSc, Muara Rumbai, Riau
09 Sep 1949 ::
Susilo Bambang Yudhoyono, Pacitan
09 Sep 1953 ::
Djoko Santoso,
Prof.Dr, Bandung
10 Sep 1915 ::
Sudono Salim
(Liem Sioe Liong), Tiongkok
10 Sep 1917 :: Sulasmi Subari, Pengusaha
10 Sep 1947 ::
Soemino Eko Saputro,
Solo
10 Sep 1951 ::
Harry Roesli, Bandung
(Jkt 11 Des 2004)
10 Sep 1951 ::
Usman Ja’far,
Sekadau, Kalbar
11 Sep 1920 ::
Mashudi,
Garut (Jkt, 22 Juni 2005)
11 Sep 1936 :: Chalid Mawardi, Anggota DPR/MPR
11 Sep 1941 :: Mulyadi, Olaharaga Bulutangkis
11 Sep 1942 ::
Salahuddin Wahid,
Jombang
11 Sep 1945 ::
Aulia Pohan,
Palembang, Deputi Gub BI
12 Sep 1930 :: Drs Thayep M Gobel^, Usahawan
12 Sep 1941 ::
Laurence Manullang, Prof. Dr,
Porsea
12 Sep 1962 :: Ali Masykur Musa, MSi,
Tulungagung
13 Sep 1916 :: Maludin Simbolon, Tokoh PRRI
13 Sep 1931 ::
Soekarno M Noer^,
Tebing Tinggi
13 Sep 1934 :: Sjofjan Asnawi, Dr,Ir, Bukittinggi
13 Sep 1943 ::
Abdul
Radjak, Dr, Jakarta
13 Sep 1946 ::
Budi
Harsono, Yogyakarta
13 Sep 1954 ::
Teuku
Abdullah, Pidie-Aceh, Sastrawan
14 Sep 1937 :: Sudarsono, Ph.D, Solo
14 Sep 1947 ::
Mahyuddin
NS, Lahat
14 Sep 1951 ::
Mulyanto Siswopawiro,
Klaten
14 Sep 1955 ::
Zaenal Ma’arif
15 Sep 1910 ::
Rasuna Said, HR,
Agam (Jakarta, 02 Nov 1965)
15 Sep 1914 ::
Soebandrio,
Malang (wf Jakarta, 03 Jul 2004)
15 Sep 1928 ::
Bismar Siregar, Sipirok, Sumatera Utara
15 Sep 1950 :: Kasino^, Drs, Pelawak
16 Sep 1930 ::
Han Awal,
Malang
16 Sep 1940 ::
Sri Edi Swasono, Ngawi
16 Sep 1950 ::
Chrisye,
Jakarta (Jkt, 30 Mar 2007)
17 Sep 1919 :: Dullah, Pelukis
17 Sep 1937 :: Wahab Abdi, Tokoh Sepakbola
17 Sep 1943 ::
Frans Hendra Winarta,
Bandung
17 Sep 1958 ::
Windrati Nur Asmoro Edi,
Yogyakarta
18 Sep 1927 ::
Darius Marpaung,
Porsea (wf 11 Des 1979)
18 Sep 1934 :: Prof. Dr. Bambang Hidayat, Ilmuwan
18 Sep 1942 ::
Benyamin Bura,
Tana Toraja
18 Sep 1943 ::
Kuntowijoyo,
Bantul (wf Yogya 22 Feb 2005)
18 Sep 1955 ::
Erry Firmansyah,
Bandung
19 Sep 1928 ::
Prof. Dr. Subroto, Sekjen OPEC
19 Sep 1935 :: Sumartini Suseno, Artis Film
19 Sep 1938 ::
Cosmas Batubara,
Simalungun
19 Sep 1956 :: Suryadharma
Ali, Malang
19 Sep 1959 ::
Nidalia Djohansyah Makki,
Jakarta
20 Sep 1926 ::
Sudomo,
Malang
20 Sep 1930 :: Ir. Radinal Muchtar, Men PU
20 Sep 1942 ::
Mochamad Ma’ruf, Tegal
20 Sep 1943 :: Fahmi Idris,
Jakarta
21 Sep 1930 ::
Anton Soedjarwo,
Bandung (wf 18 Apr 1988)
22 Sep 1945 ::
Titi Qadarsih,
Kediri
22 Sep 1937 :: Teguh
Karya, Pandeglang (Jkt, 11 Des 2001)
22 Sep 1941 :: Ali Sahab Sutradara
23 Sep 1927 ::
Widjojo Nitisastro,
Prof. Dr, Malang
23 Sep 1953 ::
Sofyan A. Djalil,
Perlak
24 Sep 1966 ::
Muhaimin Iskandar, A,
Jombang
24 Sep 1967 :: Hermawan Susanto, Olahraga Bulutangkis
25 Sep 1952 ::
Syamsul Arifin,
SE, Medan
26 Sep 1926 ::
Awaloeddin Djamin, Prof.Dr.MPA, Padang
26 Sep 1941 :: Ali Hardi Kiaidemak, H, SH
26 Sep 1946 ::
Rahayu Surtiati Hidayat, Lampung
26 Sep 1959 ::
Yustine Aprianto
26 Sep 1965 ::
Hary Tanoesoedibjo
27 Sep 1931 ::
Dr (HC) Jakob Oetama, Borobudur
27 Sep 1950 ::
Rachmawati Sukarnoputri
28 Sep 1947 ::
Luhut Panjaitan,
Tapanuli
28 Sep 1961 ::
Tifatul Sembiring, Bukit Tinggi
29 Sep 1939 :: Drs. Amir Yahya, Pelukis
29 Sep 1943 ::
Joedarso Djojosoebroto,
Pasuruan, Jatim
30 Sep 1919 ::
Jusuf Ronodipuro,
M, Salatiga (Jkt, 27 Jan 2008)
30 Sep 1937 ::
Benjamin Mangkoedilaga, SH,
Garut
30 Sep 1950 ::
Sutanto,
Comal, Pemalang, Jateng
30 Sep 1951 :: Drs. Wahyoe Sardono (Dono)^, Pelawak
30 Sep 1952 ::
Andi Mattalata, Bone
Nidalia Djohansyah Makki
Anggota DPR RI (Fraksi PAN) dari Lampung ini seorang politisi perempuan yang perannya
menonjol di
Senayan. Alumni Boumeville College, Birmingham, Inggris, kelahiran
Jakarta, 19 September 1959, ini amat peka dan responsif terhadap berbagai masalah yang
menyangkut hajat hidup masyarakat.
Mahyuddin NS
Mahyuddin NS dilantik sebagai Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), 11
Juli 2008. Sebelumnya, dokter kelahiran Lahat, 14 September 1947, ini
menjabat Wakil Gubernur Sumsel dan sempat menjadi Plt Gubernur Sumsel pasca mundurnya Syahrial Oesman sebagai gubernur sejak
19 Juni 2008.
Han Awal
Han Awal, seorang arsitek
yang ikut berperan merancang Gedung MPR/DPR sebagai
asisten arsitek Soejoedi. Dia lahir di Malang, 16 September 1930. Karya
penerima penghargaan Prof Teeuw Award, itu sudah tersebar di beberapa
tempat. Belakangan, dia lebih dikenal sebagai arsitek konservatoris.
AB Susanto
Tidak semua orang bisa sukses menguasai tiga bidang keahlian berbeda
dalam waktu bersamaan. Satu di antaranya Alfonsus Budi Susanto yang akrab
disapa AB Susanto. Pria kelahiran Yogyakarta, 5 September 1950 ini
seorang ahli kesehatan (diabetes), ahli manajemen dan ahli permata, khususnya berlian.
Andi Mattalata, SH, MH
Master hukum dari Universitas Indonesia kelahiran Bone, 30 September
1952, ini dipercaya menjabat Menteri Hukum dan HAM, menggantikan Hamid
Awaludin. Politisi Golkar yang sudah beberapa periode menjadi anggota
DPR (sejak 1988 sampai 2007) itu sebelumnya berprofesi sebagai dosen di
Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Erry Riyana Hardjapamekas
Erry Riyana Hardjapamekas pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 5
September 1949, melepas semua jabatannya setelah terpilih menjadi Wakil
Ketua/Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan
mantan Direktur Utama PT Timah Tbk, itu untuk menghindari adanya
benturan kepentingan.
Alfred Simanjuntak
Namanya
terukir sebagai pencipta lagu nasional ‘Bangun Pemudi Pemuda’. Judul
lagu itu tampaknya selalu menjadi obsesi pria suku Batak kelahiran 8
September 1920 itu. Tercermin dari Karya Paparnya berjudul
Membangun
Manusia Pembangunan, saat menerima gelar Doctor Honoris Causa, 10/2/2001.
Irawan Purwono
Kisahnya sebagai wirausahawan sukses yang memulai bisnis
dari puing kegagalan, telah menyemangati para
pebisnis pemula untuk berani memulai usaha. Irawan Purwono, entrepreneur yang memiliki inspirasi
kuat dalam berbisnis, namanya layak disejajarkan dengan para CEO terkemuka dunia lainnya.
Bun Bunan EJ Hutapea
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bun Bunan EJ Hutapea, lahir di
Pematang Siantar, 5 September 1948. Suami Eva Riyanti ini menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta, dan memperoleh gelar MA di
Institut Management AIM di Manila.
Sudono Salim (Liem Sioe Liong)
Pengusaha Sudono Salim
(Liem Sioe Liong), sempat
menduduki peringkat sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia.
Bahkan, konglome-rat yang dekat dengan mantan Presiden Soeharto,
ini sempat masuk daftar 100 terkaya dunia. Setelah krisis
ekonomi dan reformasi politik, kekayaannya menurun.
Cosmas Batubara
Dia mantan aktivis mahasiswa (Ketua Umum Presidium KAMI 1966) yang
kemudian selama 15 tahun menjabat menteri. Pria yang selalu
tampak tenang namun pemberani itu setelah tidak lagi menjabat menteri,
dia mengikuti Program Pasca Sarjana FISIP UI dan meraih gelar doktor pada
usia 74 tahun, Kamis (22/8/2002).
Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo, Presdir PT Bimantara Citra Tbk dinobatkan Warta
Ekonomi sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005.
Disebut, tidak banyak orang yang sukses dalam industri media elektronik
maupun cetak. Salah
satunya adalah Hary Tanoesoedibjo. Tak heran bila kemudian dia dijuluki
"Raja Muda Bisnis Multimedia".
Prof KH Ali Yafie
Prof KH Ali Yafie, mantan Ketua Umum MUI, seorang ulama ahli Fiqh (hukum Islam). Dia ulama yang berpenampilan lembut, ramah
dan bijak. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Dakwah Al Irsyad, Pare-Pare,
Sulsel, ini juga terbilang tegas dan konsisten dalam memegang
hukum-hukum Islam.
Alumni
terbaik Akpol 1973 dan Mantan Ajudan Presiden Soeharto kelahiran Comal, Pemalang,
30 September 1950, ini merupakan satu di antara sedikit
polisi yang tergolong baik, jujur, bersih dan punya komitmen tinggi memberantas
kejahatan di negeri ini. Presiden SBY melantiknya sebagai Kapolri, menggantikan
Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar (8/7/2005).
Siti Chalimah Fadjriah
Ia
terpilih secara aklamasi (9/5/05) oleh Komisi XI DPR sebagai
Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan menggantikan Aulia
Pohan yang telah pensiun. Sebagai Pejabat BI, perempuan berjilbab
lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini, juga dikenal suka
mengajar ngaji dan berdakwah.
Didik Junaidi Rachbini
Ketua
DPPPartai Amanat Nasional (PAN) ini mendeklarasikan
kesediaannya untuk maju sebagai kandidat ketua umum PAN dalam Kongres II
PAN di Semarang, April 2005. Pakar ekonomi yang guru besar Universitas
Indonesia ini mengemukakan lima misi yang akan diwujudkannya dalam memimpin
PAN.
Dr. Gadis Arivia
Dosen studi feminisme dan filsafat kontemporer di Universitas Indonesia
ini seorang aktivis perempuan. Ibu berparas cantik ini mendirikan Yayasan
Jurnal Perempuan, bersama rakan-rekannya pada tahun 1996. Namanya, Gadis
Arivia, menjadi akrab di telinga, mata dan hati publik setelah ditangkap
polisi ketika berdemonstrasi Februari 1998.
Bismar Siregar
Mantan Hakim Agung ini selalu
mengandalkan kebeningan hati nurani dalam setiap mengambil keputusan.
Selama kariernya sebagai hakim, dia terkenal
kontroversial, karena putusannya sering dikatakan
sebagai neka-neka. Padahal sebenarnya, tidak. Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan sumatera Utara ini tidak
bisa dibeli dan disuap.
Mohammad Ma’ruf
Mendagri
KIB, ini seorang pensiunan perwira tinggi militer dengan pangkat Letnan Jenderal TNI
AD.
Sebagai pamong, mantan Kassospol ABRI (1995) dan Gubernur AMN (1992),
ini dikenal sangat menjunjung tinggi supremasi hukum
dalam membina kehidupan sosial politik dalam negeri yang sangat dinamis.
Martha Tilaar
Dia menjalani hidup
dengan penuh keajaiban kuasa Tuhan. Pernah 'divonis'
mandul, namun kemudian melahirkan anak pertama di usia 42 setelah 16 tahun
menikah. Dia pun membangun Martha Tilaar Group, bermula dari grasi rumah ayahnya. Dari sebuah salon
kecantikan sederhana, menjadi imperium industri jamu dan kosmetika
berkelas dunia.
Widodo Budidarmo
Dia memiliki karakter pendiam di depan umum tetapi tegas dalam bertindak.
Karakter yang dinilai banyak orang sangat cocok untuk polisi. Dia dilantik
menjadi Kepala Polri dalam usia 47. Mantan Kepala Polda Jakarta
(1970-1974) ini di mata stafnya dia seorang teladan yang memiliki jiwa
kepemimpinan, dedikasi tinggi dan taat beribadah.
Prof. Dr. Subroto
Gaya penampilannya khas, necis, mengenakan stelan jas gelap dengan dasi
kupu-kupu. Mantan Menteri Pertambangan ini selalu serius bila diajak
bicara tentang migas yang kerap disebut sebagai emas hitam itu. Mimiknya
selalu menjadi serius. Sebagai mantan Sekjen OPEC (organisasi
negara-negara penghasil minyak), di memang punya perhatian khusus terhadap
sektor yang pernah menjadi primadona bagi penerimaan nasional itu.
Laksamana TNI (Purn) Sudomo
Mantan Pangkopkamtib di era Soeharto ini mengaku di usia tuanya merasa
terlahir kembali atau justru menemukan hidupnya kembali. Dia merasa lebih
tenang dan khusyuk. ''Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun,
saya justru mulai umur 75 tahun,'' kata Sudomo. Dia yang pernah murtad,
kembali lagi pada keyakinannya semula.
Widjojo Nitisastro, Prof.
Dr
Orde Baru boleh tumbang. Tapi nama Profesor Widjojo Nitisastro – arsitek
ekonomi Orde Baru --tetap cemerlang. Sempat sejenak tenggelam pada masa
pemerintahan transisi Habibie, tapi bangkit lagi pada era Gus Dur dan
Megawati. Ia masih saja diminta untuk menyumbangkan tenaga dan
pikiran mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
Salahuddin Wahid
Mantan Wakil Ketua
Komnas HAM ini membela Wiranto soal pelanggaran HAM di
Timtim. Mantan Cawapres mendampingi Capres Wiwanto dari Partai Golkar,
itu menegaskan, Tim Penyelidik Khusus Kasus Timtim
Komnas HAM tidak menemukan indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan
perwira militer Indonesia di Timtim.
Jend Pol (Purn) Prof. Dr. Awaloeddin Djamin, MPA.
Meskipun telah lama pensiun dari dinas kepolisian, Awaloeddin tetap
memperhatikan intitusi yang telah membesarkan namanya. Awaloeddin pun
kerap memberi masukan atau kritik, diminta atau tidak, kepada para
petinggi Polri.
Ia adalah polisi
pertama di Indonesia yang mendapat gelar profesor doktor.
Doktor HC Jakob Oetama
Pemimpin Umum Harian Kompas dan Chief Executive
Officer Kelompok
Kompas-Gramedia, ini meraih gelar Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi
dari Universitas Gadjah
Mada, Kamis, 17 April 2003. Dia raksasa jurnalis di negeri ini yang menawarkan jurnalisme damai dan
berhasil membuka horizon pers modern, bertanggung jawab,
nonpartisan, dan memiliki perspektif jauh ke depan.
Chrisjon
Chrisjon
juara tinju kelas bulu dunia versi WBA sudah lima kali mempertahankan
sabuk juaranya, sejak 2003. Petinju kebanggan Indonesia bernama lengkap
Christian Johannes, itu mengalahkan Juan Manuel Marquez (32), asal
Meksiko, penantang nomor satu, dengan kemenangan angka mutlak (4/3/06).
Andy Achmad Sampurna Jaya
Lebih akrab dengan panggilan Kanjeng, Andy Achmad Sampurna Jaya, selama
menjabat Bupati Lampung Tengah (2001-2005), berhasil mempersatukan
warganya yang berlatar belakang multi etnis, golongan dan agama. Amat
beralasan bilamana Kanjeng mendapat julukan Tokoh Pemersatu dari Tanah
Melayu.
Pra Arief Natadiningrat
Anggota DPD asal Jawa Barat periode 2004-2009, ini seorang pengusaha
berdarah ningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Pria kelahiran Cirebon,
05 September 1965, alumni D3 Universitas Islam Nusantara, ini aktif
berorganisasi. Dia Ketua DPD KNPI Kota Cirebon (1998-2001); Dewan
Pembina BPD HIPMI Jawa Barat (2002-2006); Ketua Dewan Pertimbangan BPC
Gapensi Cirebon (2002-2006).
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Soemino Eko Saputro
Soemino, seorang putera terbaik bangsa di bidang perkeretaapian. Dia pantas digelari seorang pemimpin yang tak pernah tidur
dalam mengurusi kereta api. Selalu berupaya memperbaiki kondisi perkere-taapian Indonesia. Dari sejak
penugasan awal sampai menjadi Dirut
hingga Dirjen Perkeretaapian pertama.
Budi Harsono
Gaya
bertuturnya lemah-lembut. Sikapnya low profile dan ikhlas. Perawakannya
pun mungil. Tapi, siapa sangka sosok politikus ini ternyata
seorang patriot pensiunan TNI penyandang bintang tiga. Dia mengidamkan terciptanya manusia Indonesia bermental pembela negara, bukan
pengusung kepentingan pribadi. Rahmat Gobel
Sebagai pemegang kendali perusahaan eletronik nasional terbesar,
namanya tak asing. Ia generasi kedua National Gobel.
Kepiawaiannya mengem-bangkan industri elektronik, didukung tenaga-tenaga
ahli pilihannya dari dalam maupun luar negeri mampu menghasilkan produk
elektronik kebanggaan Indonesia.
Frans Hendra Winarta
Advokat senior
kelahiran Bandung, 17 September 1943 ini mengekspresikan kegalauan dan
keresahan perihal adanya yang salah dengan konsep bantuan hukum kepada
kaum papa. Menurut doktor dari Unpad ini tak
sedikit kaum papa yang hingga kini masih termarjinalkan secara hukum.
Benyamin Bura
Anggota DPD RI dari Provinsi Sulsel/Sulbar,
kelahiran Tana Toraja, 18 September 1942, ini tak mengenal akhir
dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Mantan Inspektur Pembinaan
Sumber Daya, Irjen TNI AL, berpangkat Laksma TNI ini telah mengabdi dari kapal perang hingga
di Senayan.
Ismail Saleh
Semasa
menjabat Jaksa Agung (1981-1984), Ismail Saleh, yang akrab dipanggil Mas
Is, pernah dijuluki ''Trio Punakawan/Pendekar Hukum'' bersama Ketua MA
Mudjono, SH dan Menteri Kehakiman Ali Said, SH. Mantan Menteri Kehakiman
(1984-1993), ini tergolong akrab dengan wartawan. Maklum, sebelumnya dia
menjabat Direktur LKBN Antara (1976-1979)
Luhut Panjaitan
Menperindag Kabinet Persatuan Nasional, ini
lulusan terbaik Akademi Militer 1970. Jenderal TNI (Purn)
kelahiran Simanggala, Tapanuli, 28 September 1947 ini, mengabdi di
kesatuan baret merah Kopassus (Komando Pasukan Khusus), yang bermarkas
di Cijantung, selama 23 tahun. Dia Komandan pertama Detasemen 81 (Gultor 81).
Rachmawati Soekarnoputri
Dia putri kedua Bung Karno dari Fatmawati. Dari semua saudaranya,
tampaknya dia merasa paling artikulatif membicarakan ajaran Marhaenisme.
Bahkan di depan publik seringkali Rachma, panggilan akrabnya, meremehkan
kakaknya sendiri, mantan Presiden Megawati, yang juga Ketua Umum PDIP. Prof. DR. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.
Guru Besar teknik geofisika dan Doktor Ilmu Teknik
ITB, ini terpilih sebagai Rektor ITB periode 2005-2010 dalam
rapat pleno MWA ITB di Gedung Depdiknas, Jakarta, Senin 17 Januari 2005. Pria kelahiran Bandung,
9 September 1953 yang saat terpilih menjabat Ketua Senat Akademik ITB, itu
menggantikan Kusmayanto Kadiman.
Tifatul Sembiring
Dia salah seorang ‘anak panah’ (kader) PKS
yang siap diluncurkan ke mana saja oleh pemegang busur (Majelis Surya)
selaku lembaga tinggi partai. Dia menjadi anak panah ketiga penerima
estafet kepemimpinan PKS, melanjutkan periode kepemimpinan Hidayat Nur Wahid yang
mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Ketua MPR. Sofyan A. Djalil
Kisah hidup anak petani ini pantas dijadikan
inspirasi bagi penimba pengalaman. Mantan Asisten Kepala Badan Pembina
BUMN/ Staf Ahli Meneg BUMN, ini bak mutiara yang masih terpendam sebelum
diangkat menjadi Menkominfo (Menteri Negara Komunikasi dan Informasi)
Kabinet Indonesia Bersatu. Dia mutiara bangsa dari Aceh.
Iwan Fals
Virgiawan Listianto yang populer dengan nama Iwan Fals dikenal sebagai
‘wakil rakyat’ yang lantang menyuarakan seruan hati para wong cilik.
Sepanjang karirnya selama lebih 20 tahun di dunia musik ia telah
terbukti memiliki kelom-pok penggemar khusus yang dekat dengan kemiskinan,
ketidakadilan dan pengangguran.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Letjen Djoko Santoso
Dia jenderal yang kalem,
low profile, bersahaja tapi tegas dan cenderung
perfeksionis. Perwira intelijen yang kebapakan ini juga luwes dalam
pergaulan sehari-hari. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD)
menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu, ini, mungkin akan menjabat
Panglima TNI berikutnya.
Dr. FX. Mudji Sutrisno, SJ
Andaikata Anda bertanya berapa kekayaan Dr. FX Mudji Sutrisno, sebuah
jawaban praktis akan Anda terima. Romo Mudji atau mas Mudji, akan menyodorkan sebuah buku,
bukan buku daftar kekayaan, melainkan buku yang berisi
catatan judul buku yang dimilikinya. "Inilah kekayaan saya,"
papar dosen STF Driyarkara, Jakarta ini. Sebagai penggembala umat, praktis
sebagian terbesar penghasilannya diserahkan ke
gereja.
Benjamin Mangkoedilaga, SH
Namanya muncul ke permukaan ketika
dalam sidang PTUN
Jakarta, memenangkan gugatan majalah Tempo yang dibredel pemerintah Orde
Baru, terhadap Menteri Penerangan Harmoko. Ia patut disebut sebagai ikon
integritas seorang hakim karir di negeri ini. Kemudian dalam usia 63
tahun ia terpilih menjabat hakim agung (2000-2002).
Prof Dr Sri Edi Swasono

Guru Besar FE-UI, mantan anggota MPR-RI dari FUG, Pimpinan Gerakan
Reformasi Nasional (GRN) dan Ketua Umum SOKSI-Reformasi, kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 16 September 1940,
ini adalah guru ekonomi rakyat. Inti pemikirannya tentang kemandirian
dan ekonomi rakyat telah banyak dipublikasikan.
|
|