| |
C © updated 18032005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/sh |
|
| |
Nama:
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
Lahir:
n
Ketua Umum:
Pdt Dr Andreas Anangguru Yewangoe
Sekretaris Umum:
Pdt Dr Richard Daulay
Alamat:
Jalan Salemba No.10
Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
| PGI HOME |
|
|
 |
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
Pesan Paskah PGI 2005
Kebangkitan: Merajut Hidup Berpengharapan
Hari-hari ini gereja-gereja dan umat Kristen di Indonesia, dan bahkan
dunia, memasuki Hari Raya Paskah, hari peringatan kebangkitan Tuhan Yesus
Kristus dari kematian. Kehadiran Hari Raya Paskah dalam kehidupan kita
selalu membangkitkan pengharapan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan
masa depan, sebab itu Hari Raya Paskah disambut dengan rasa syukur
meluap-luap dan suka cita yang menggegap.
Rasa syukur dan suka cita dalam merayakan Paskah terjadi oleh karena
melalui perayaan itu ditegaskan kembali bahwa kematian bukanlah kata
terakhir; kematian bukanlah kuasa yang membelenggu kehidupan manusia.
Peristiwa Paskah adalah pilar yang kukuh yang di atasnya gereja itu
dibangun dan didirikan.
Alkitab menyatakan dengan tegas. "Tetapi, andaikata Kristus tidak
dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga
kepercayaan kamu." (I Korintus 15:14). Itu berarti bahwa kebangkitan
Kristus dari kematian pada Hari Paskah adalah sesuatu yang nyata, yang
secara kuat melegitimasi keberadaan gereja, umat Kristiani, bahkan iman
Kristen itu sendiri.
Sebagai umat Kristiani yang diberi amanat untuk bersaksi dan melayani di
tengah-tengah gereja dan masyarakat, Paskah telah mengangkat dan
membebaskan kita dari kehidupan yang diwarnai oleh ketakutan, kecemasan,
keraguan, kepada suatu kehidupan yang penuh pengharapan.
Di tengah-tengah duka yang menjamah sebagian warga bangsa kita akibat
gempa dan tsunami akhir tahun yang lalu, kebangkitan Kristus memberi
kekuatan dan pengharapan yang baru sekaligus mengingatkan gereja-gereja
untuk mampu memberikan pelayanan kasih yang optimal bagi mereka yang
menderita. *
PERISTIWA Paskah memiliki makna teologis yang amat dalam bagi umat
Kristiani. Peristiwa itu tidak pernah dapat dicari analoginya dalam
sejarah.
Kebangkitan Yesus membuktikan keteguhan komitmen Allah terhadap masa depan
umat manusia. Allah tidak rela masa depan manusia merupakan keakanan yang
suram, yang hitam legam, dan tidak berpengharapan. Hidup manusia tidak
boleh berujung pada kematian abadi.
Muara hidup manusia adalah keselamatan abadi, kehidupan ceria sepanjang
masa bersama Allah, di langit baru dan bumi baru. Di dalamnya tidak akan
pernah lagi dijumpai air mata, derita, ketidakadilan, diskriminasi,
primordialisme, keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan; di sana
terdapat kebenaran (2 Petrus 3:13).
Derita yang melilit Yesus sepanjang perjalanan hidup-Nya dari Nazaret ke
Yerusalem, Ia hadapi dengan tegar -bahkan Ia rangkul-justru karena
kepedulianNya yang amat dalam terhadap harkat dan martabat kemanusiaan. Ia
datang supaya manusia mempunyai hidup, bahkan hidup yang berkelimpahan
(bdk Yohanes 10:10).
KebangkitanNya dari kematian membuktikan dengan amat jelas bahwa kebenaran
selalu akan mengalami kemenangan dan kuasa maut dapat ditaklukkan. Menurut
iman Kristiani, kebangkitan Kristus merupakan sumber dari kebangkitan
orang-orang beriman di masa depan, sebab itu Paskah memiliki keterkaitan
dengan kehidupan manusia kini dan di sini, yang sedang berjuang di tengah
realitas sejarah, ruang, dan waktu.
Peristiwa Paskah adalah tindakan pemerdekaan yang dilakukan Allah bagi
manusia. Hal itu harus mendorong manusia untuk keluar dan membebaskan diri
dari sikap primordial, curiga, benci, dendam, iri hati, tinggi hati,
diskriminatif, dan destruktif. Maka, tindakan pemerdekaan Allah itu
diimplementasikan dan menjadi nada dasar gerak pelayanan gereja di tengah
dunia, dalam memperjuangkan terwujudnya kehidupan yang lebih bermakna di
masa depan.
*
DALAM suasana syukur dan penuh suka cita menyambut kehadiran Paskah dan
dalam keyakinan penuh bahwa kebangkitan Kristus menganugerahkan hidup yang
berpengharapan, perkenankanlah PGI mengajak untuk mengembangkan hal-hal
berikut:
Pertama, perayaan Paskah hendaknya dijadikan momentum untuk makin
memantapkan hubungan dan kerja sama yang solid dan sinergis di antara
gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristiani dari berbagai denominasi, dalam
upaya kita bersama mewujudkan keesaan dan kebersamaan dalam hidup
menggereja; melalui hal itu kehadiran kesaksian gereja dalam masyarakat
Indonesia yang majemuk memiliki makna yang signifikan.
Kedua, perayaan Paskah hendaknya mampu menumbuhkan spirit dan motivasi
baru dalam rangka mengembangkan hubungan dan kerja sama dengan
elemen-elemen di masyarakat, lembaga-lembaga lintas agama, serta berbagai
pihak dalam upaya kita sebagai bangsa, mewujudkan civil society yang kuat
dan demokratis, menegakkan kebenaran, hukum yang berkeadilan, yang
memelihara perdamaian dan menghargai kemajemukan.
Ketiga, perayaan Paskah hendaknya dapat diisi dengan bentuk-bentuk
kegiatan ibadah, refleksi teologis, dialog interaktif, pelayanan diakonia
yang mampu memberi pencerahan bagi warga gereja dalam memaknai Paskah
secara baru, sekaligus memperteguh iman umat di tengah-tengah berbagai
perubahan yang sedang terjadi.
Akhirnya kami ingin mengakhiri Pesan Paskah ini dengan menggarisbawahi
Firman Allah. "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang
karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh
kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang
penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa,
yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga
bagi kamu." (1 Petrus 1:3-4).
Selamat merayakan Paskah 2005. *
Pdt Dr AA Yewangoe (Ketua Umum)
Pdt Dr Richard Daulay (Sekretaris Umum)
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|