|
Pimpinan MPR
PERIODE 2004-2009
Ketua: ►
Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA
Wakil Ketua: ►
AM Fatwa ►
BRAy Mooryati Soedibyo ►
Aksa Mahmud, HM PERIODE 1999-2004 Ketua:
►
Prof. Dr. H.M. Amien Rais
Wakil Ketua: ►
Kwik Kian Gie
(diganti Sutjipto)
►
Ir. Sutjipto
►
Prof. Ginandjar Kartasasmita ►
Drs. H.M. Husnie Thamrin
►
Matori Abdul Djalil
(diganti Cholil Bisri) ►
KH. M. Cholil Bisri ►
Agus Widjojo (diganti Slamet Supriadi) ►
Slamet Supriadi ►
Prof. Dr. Jusuf Amir Feisal, Spd ►
Drs. H.A. Nazri Adlani ► Oesman Sapta ►
Fraksi PDI-P
► Fraksi Golkar
► Frajsi PPP
► Fraksi PKB
► Fraksi Reformasi
► Fraksi TNI-Polri
► Fraksi Utusan Golongan
► Fraksi Utusan Daerah
► Fraksi KKI
► Fraksi PBB
► Fraksi PDU
► Fraksi PDKB
► Komisi Konstitusi
► Sekretariat Jenderal
Kantor:
Gedung Nusantara III Lt.V
Jl. Jend. Gatot Subroto No.6
Jakarta 10270
Ketua MPR RI
Kantor:
Tel (021) 5715317-19 Fax (021) 5734874
Rumah:
Jl. Widya Chandra IV No.16
Jakarta 121920
Wakil Ketua MPR
Kantor:
Tel (021) 5715483-84 Fax (021) 5715461
Rumah:
Wisma DPR Blok D-4/311
Kalibat- Jakarta 12750
021-7989309
Wakil Ketua MPR
Kantor:
Tel (021) 5715473+78 Fax (021) 5715675
Rumah:
Jl. Widya Chandra V/26
Jakarta 12190
021-5251308 – 5251344
fax :021-5745895
Wakil Ketua MPR
Kantor:
Tel (021) 5715473+78 Fax (021) 5715546
Rumah:
Jl. Kemangkisan Ilir
No.M2A Jakarta Barat
021-5482864
Wakil Ketua MPR
Kantor:
Tel (021) 5715476+77 Fax (021) 5715536
Rumah:
Wisma DPR-RI Blok A-8/112
Kalibata, Jakarta
021-7989181
Wakil ketua MPR
Kantor:
Gedung Nusantara III Lt.V
Jl. Jend. Gatot Subroto No.6
Jakarta 10270
Tel (021) 5715486 - 87 Fax (021) 5715503
Wakil Ketua MPR/Penasehat FPBB
Kantor:
Tel (021) 5715495-96 Fax (021) 5715613
Rumah:
Komplek Setneg
Jl. Kemanggisan Ilir No. 1 Jakarta Barat
021-5483342
Jl. Cipayung Girang No.2
Rt 03/02 Ciembuluit
Bandung
Wakil Ketua MPR
Kantor:
Tel (021) 5715480-81 Fax (021) 5715458
Rumah:
Komplek Perumahan Lembaga Tinggi RI.
Jl. Kemanggisan Ilir. No. 2 Slipi
Jakarta Barat
021-5480474
|
|
Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA
Ia politisi, uztad dan cendekiawan yang
mengedepankan moral dan dakwah. Kepemimpinnya di PK (Partai Keadilan) dan
PKS (partai Keadilan Sejahtera) memberi warna tersendiri dalam peta perpolitikan
nasional. Partai ini memperoleh suara signifikan
dalam Pemilu 2004 yang mengantarkannya menjadi Ketua MPR 2004-2009.
Aksa Mahmud, HM
Dia pengusaha pejuang yang kemudian bertekad mengabdi sebagai
politisi negarawan. Setelah bekerja keras membangun
imperium bisnis Bosowa Group, HM Aksa Mahmud, bertekad mengabdikan diri
sebagai negarawan, baik sebagai Anggota DPD maupun wakil Ketua MPR
(2004-2009).
BRAy Mooryati Soedibyo
Dia terus melegenda sebagai pakar dan pelaku industri
jamu terkemuka yang diakui dunia. Warisan tradisional nenek moyang yang
hampir terpendam diangkat ke permukaan. Dalam sentuhan tangan dinginnya jamu merek Mustika Ratu mampu
dipersandingkan bersaing mengunguli obat-obatan klinis (kimiawi) keluaran
industri farmasi.
Matori Abdul Djalil
Seorang politisi yang ‘penurut’ tapi teguh dalam prinsip. Dia
politisi yang licin, akomodatif dan tenang tapi kadang meledak. Jiwa
kebangsaannya telah terpatri sejak masa belia. Keteguhan prinsip dan jiwa kebangsaan
telah mengantarkannya Wakil Ketua MPR dan Menteri Pertahanan Kabinet
Gotong-Royong.
Prof. Dr. M. Amien Rais
Kiprah Prof. Dr. M. Amien Rais dalam pentas politik nasional cukup
fenomenal. Kendati Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpinnya, hanya
mendapat tujuh persen suara pada pemilu 1999, ia mampu mewarnai peta
politik nasional dan nyaris pula jadi presiden pada SU-MPR 1999. Dan, kini
ia menjadi salah satu kandidat calon presiden 2004. Di tengah derasnya tuntutan
desentralisasi, ia pula sempat menggagas agar Indonesia menjadi negara
federasi.
Ir Sutjipto, Sekjen PDI-P
Penemu teknik fondasi sarang laba-laba, ini lebih
populer sebagai politisi ketimbang bidang konstruksi keahliannya. Namanya mencuat kepermukaan saat terjadinya konflik
dalam tubuh PDI Jawa Timur. Ia memilih mendukung DPP PDI pimpinan
Megawati. Pilihan ini mengantarkannya menjabat Sekjen PDI-P
dan Wakil Ketua MPR.
KH Muhammad Cholil Bisri
Sesungguhnya KH Cholil Bisri lebih patut disebut sebagai deklarator PKB (Partai
Kebangkitan Bangsa) ketimbang Gus Dur. Sebab dialah yang memimpin sebuah
tim membidani pendirian partai sebagai wadah aspirasi politik warga
Nahdlatul Ulama (NU) atas desakan para kyai. Sementara Gus Dur selaku
Ketua Umum NU ketika itu malah menolak pendirian partai. Maka pada mulanya,
ada 72 deklarator PKB, tidak termasuk Gus Dur. Slamet Supriadi,
S.IP, M.Sc.MM.
Ia seorang militer yang dipercaya institusi-nya mengabdi dalam dunia
politik. Setelah menjabat Ketua Fraksi TNI/Polri di MPR dan DPR, ia
kemudian dipercaya menjabat Wakil Ketua MPR dari unsur TNI/Polri. Pemilik
tiga gelar sarjana (S1 dan S2) ini memang sangat mendalami dunia politik.
Ia berharap nanti dengan keluarnya unsur TNI/Polri dari Parlemen, hubungan
antara sipil dan militer terjaga pada frame yang benar sesuai keinginan
rakyat.
Theo L Sambuaga (1)
Mantan Menteri Tenaga Kerja ini pantas dijuluki sebagai seorang
pelaku (teladan) prinsip kema-jemukan. Ia teguh dalam prinsip bahwa
kemaje-mukan adalah kekuatan dan kebersamaan adalah keniscayaan. Prinsip
inilah yang dilakoni dalam jejak langkah perjalanan hidupnya, baik dalam
kehidupan keluarga, terutama dalam karir politiknya.
|
|